Green News

KLH Targetkan Contoh Bangunan Ramah Lingkungan

Cimahi, (Analisa). Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menargetkan mulai 2011 ini di setiap kota/kabupaten di seluruh Indonesia memiliki Bangunan Rumah Lingkungan (BRL).

KLH akan mengintensifkan BRL untuk menurunkan gas emisi. Sebab, selama ini masyarakat kurang memahami efek dari bangunan yang menimbulkan emisi, kata Deputi Pembinaan Sarana Teknis Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, Dr Henry Bastaman saat menjadi pembicara Seminar Ilmiah Nasional Kimia 2011 di Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Kota Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (8/10).

Menurut dia, dampak lingkungan yang ditimbulkan dari pembangunan sebuah gedung telah memberikan konsumsi 36% dari total energi, konsumsi dari pasokan listrik 62,5%, 12% dari pasokan air, 40% dari bahan mentah, 30% dari emisi rumah kaca dan 136 juta ton sampah bongkaran konstruksi.

"Green Chemistry sangat vital bagi kehidupan dengan kata lain suatu konsep mendorong desain sebuah produk ataupun proses yang mengeliminir penggunaan zat berbahaya. Untuk mengatasi hal ini, setidak ada beberapa kebijakan untuk mendukung Green Chemistry seperti PP B3 No 74/2001," ujarnya.

Sedangkan untuk Undang-undangnya ada UU Nomor 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan pasal 36 ayat 1 huruf b dalam rangka perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Secara kelembagaan pun, KLH telah memberikan kepercayaan terhadap sebuah lembaga yang khusus menangani BRL.

"Kita telah mensertifikasi lembaga BRL. Hal ini dilakukan karena kita memandang bahwa Green Chemistry ini perlu dikembangkan. Karena setiap tahunnya ada 1000 jenis bahan kimia yang ditemukan," ujarnya.

Bahan kimia memiliki resiko terhadap kesehatan mahluk hidup dan pencernaan lingkungan yang berbiaya mahal. KLH sendiri mulai tahun ini, sambungnya, tengah berupaya mendorong dan mendukung berbagai pihak untuk mengembangkan konsep Green Chemistry.

Salah satu pemerintah daerah yang telah siap dengan BRL ini adalah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

"Kita tidak ingin terus membiarkan keberadaan sebuah bangunan yang malah ikut mencemarkan lingkungan hidup.

Padahal apabila lingkungan sudah rusak dan tercemar, pada akhirnya akan berdampak pula pada kesehatan manusia," ujarnya. (Ant)

 


Viewed: 0 | Beri peringkat berita ini: Baik (0)| Buruk (0)

Tags: produk ramah lingkungan, green design, pembangunan
Tulis komentar »

Komentar

... belum ada komentar

Tulis Komentar

Masukkan teks di samping ini (tidak case sensitive) »