Green Tips
Kenapa baterai bekas gak boleh dibuang ke tempat sampah?

Coba perhatikan, ada berapa banyak barang di rumah kita yang menggunakan baterai? Ada mainan, jam tangan, jam dinding, ponsel, remote TV, kamera, iPod, dll. Lalu, apa yang kita lakukan jika baterai sudah tidak bisa dipakai lagi?
Ternyata kita semua membuang baterai ke tempat sampah, padahal itu berbahaya sekali loh! Kenapa?
Sampah baterai sesungguhnnya termasuk sebagai sampah B3 (Bahan Berbahaya & Beracun), karena di dalamnya mengandung berbagai logam berat, seperti merkuri, mangan, timbal, kadmium, nikel dan lithium, yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan kita.
Baterai bekas yang dibuang ke TPS atau TPA akan mencemari tanah, air tanah, sungai, danau...dan akhirnya meracuni air yang kita pakai untuk minum, mandi dan mencuci. Hiiiy...serem kan??!
Lalu, apa yang harus dilakukan?
Jangan buang sampah baterai ke tempat sampah. Kumpulkanlah sampah baterai di rumah/kantor, lalu berikan ke tempat pengumpulan baterai.
Jenis sampah baterai yang dikumpulkan:
- baterai ukuran AA, AAA, C & D
- baterai jam tangan (yang kecil seperti tablet)
- baterai lithium: baterai HP, kamera digital, baterai laptop, dll
- baterai rechargeable
Untuk apa sampah baterai dikumpulkan?
Sampah baterai akan diserahkan kepada pihak penyedia jasa pengelolaan sampah B3 (bahan berbahaya & beracun) yang sudah memenuhi standar manajemen limbah, yaitu WMI - Waste Management Indonesia. Sebagian besar komponen baterai akan didaur ulang, sementara komponen seperti kadmium dan mangan akan dinetralisir dan kemudian dikubur dengan mekanisme yang sudah memenuhi standar manajemen limbah agar tidak mencemari air tanah.
Kemana sampah baterai bisa dikumpulkan?
Jakarta:
PT. Intimedia (Wikimu.com)
Jl. Pakubuwono 6 No. 99 (blkg Apotik Century)
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
cp: Bayu (0817 128 615)
Sekolah Cikal
Jl. T.B. Simatupang kav. 18
Jakarta 12430
cp: Mahmudin, bagian perpustakaan (0817 9249345)
Arief (Kos)
Gd. Sarana Jaya Tebet (Superindo)
Lt. 5 No.517
Jl. Tebet Barat IV
Jakarta 12810
Melly (Rumah)
Jl. Tutul 6 no.515
Pondok Bambu
Jakarta 13430
Telp: 0815 950 6400
Bandung:
Tobucil
Jl. Aceh no.56
Telp: 022 - 426 1548
cp: Tarlen
Yayasan Kontak Indonesia
Jl. KHA Dahlan No. 67
Telp: 022 - 723 0735
cp: Endy

Viewed: 897 | Beri peringkat tip ini:
(116)|
(6)
Related Tips
- Tips makanan organik di kota
- Bagaimana mengurangi penggunaan plastik saat belanja?
- Tips kurangi bahaya limbah elektronik
Tulis Komentar
Sabtu, 13 Juni 2009, 15:24
Atau kerjasama dg jaringan supermarket & hypermarket. Mereka yg menjual, jd harus ikut bertanggung jawab.
Sementara batere bekas saya kumpulkan di rumah, belum tahu harus dikemanakan (di Balikpapan).
Minggu, 19 April 2009, 18:53
Kalau ide dari saya, sebaiknya dikumpulkan dan di drop di SPBU(pom bensin).
Departemen Lingkungan Hidup sebaiknya menjalin kerja sama dengan Pertamina / pihak terkait. (Orang Dep LH kerja nya apa saja sih???)
Bila tempat penampungan seperti alamat yang diatas, orang akan ogah / malas untuk ke tempat tersebut. Sangatlah mustahil bila seseorang akan membuang sampah battery harus sampai kesana dan hanya kota jakarta dan bandung. Bagaimana dengan kota lainnya? Indonesia tidak hanya terdiri dari Jakarta dan Bandung saja bukan?
Dari segi biaya, jarak dan waktu bisa dibilang tidak masuk akal.
Menurut saya,SPBU dapat dijadikan pos penampungan battery bekas dan merupakan tempat yang sangat strategis. Karena kebanyakan orang memiliki kendaraan bermotor, dan setiap minggu paling tidak akan melakukan pengisian bahan bakar kendaraan nya. Jadi memanfaatkan moment tersebut, orang akan sekaligus membawa battery bekas nya dan mendrop ke pos penampungan yang ada di SPBU.
Dan battery akan di ambil untuk recycle oleh pihak yang berwenang
Mudah2an advice saya bisa direalisasikan
Kamis, 19 Maret 2009, 20:56
wahhh bahaya bener
tapi kok kumpulinnya ke personal yah bukan ke nama perusahaan