Green Tips

Mengkonsumsi obat dengan bijaksana untuk kurangi sampah berbahaya

Sabtu, 03 April 2010, 19:20

http://www.flickr.com/photos/zarbi/2499288080/

Untuk berjaga-jaga, biasanya kita menyimpan beberapa jenis obat standar di rumah. Diantaranya ada obat pusing, diare, demam, batuk, dan lain-lain. Selain itu, untuk menjaga kesehatan anggota keluarga, di rumah juga tersedia beberapa jenis vitamin dan mineral. Ada kalanya, sebelum obat dan vitamin itu habis, ternyata tanggal penggunaannya sudah kadaluarsa.

Atau, adakalanya juga obat yang biasanya dikonsumsi, dihentikan pemakaiannya oleh dokter. Dan yang juga sering terjadi, obat yang sudah dibeli atas anjuran dokter, tidak dikonsumsi karena alasan malas/ lupa.

Padahal, membuang obat ke lingkungan begitu saja ternyata berbahaya seperti halnya membuang racun (lihat Tips Obat yang sudah tidak terpakai diapakan ya?).

Bagaimana sebenarnya penggunaan dan pembuangan obat yang bijaksana dan juga ramah lingkungan? Inilah tips penggunaan obat untuk meminimalkan sampah berbahaya:

  1. Agar kita dapat meminimalkan sampah obat, dimulai dengan membeli obat secara bijaksana.

  2. Belilah obat bebas (yang tidak perlu resep dokter) secukupnya, sesuai perkiraan kebutuhan penggunaannya dalam masa kira-kira 1 tahun.

  3. Jangan lupa memeriksa tanggal kadaluarsa obat, sebelum membeli. Pilihlah obat yang batas kadaluarsanya masih cukup lama, agar obat habis sebelum kadaluarsa.

  4. Sebelum membeli obat bebas, cek terlebih dahulu persediannya di rumah, agar tidak mubazir.

  5. Untuk antibiotik, pastikan bahwa penyakit yang diderita memang disebabkan oleh kuman yang harus disembuhkan dengan antibiotik. Obat jenis ini adalah obat yang harus habis diminum, sehingga penggunaannya harus tidak bersisa. Sebaiknya obat jenis ini dibeli dengan resep dokter, agar jumlah dan lama pemakaian sesuai instruksi dokter.

  6. Obat simptomatik atau sesuai gejala, dapat digunakan untuk jangka panjang. Obat jenis ini berbentuk tablet, kaplet atau kapsul dengan kemasan tersendiri dan bisa digunakan hingga batas masa kadaluarsa selama bungkus tidak rusak, tidak berubah warna dan bau, Tablet/kaplet/kapsul biasanya bisa bertahan hingga 5 tahun.

  7. Untuk obat sirup, masa pakainya lebih singkat setelah segel dibuka.

  8. Kurangi kebiasaan pergi ke banyak dokter untuk satu penyakit. JIka perlu mencari second opinion, jangan lupa informasikan obat yang sudah diberikan dokter sebelumnya. Kalau perlu bawa obatnya. Hal ini untuk menghindari pemberian jenis obat yang sama tapi dengan merek dagang berbeda.

  9. Simpan sisa obat yang belum habis masa pakainya di lemari es, agar tahan lama. Semakin rendah suhu penyimpanan obat, semakin lama umur obat.

 


Viewed: 0 | Beri peringkat tip ini: Baik (5)| Buruk (0)

Tags: sampah, daurulang, obat, kesehatan

Related Tips


  1. 1
    Susander Marino:
    Rabu, 19 September 2012, 13:28

    info bagus

  2. 2
    Agam:
    Selasa, 01 November 2011, 23:29

    Artikel yang sangat bermanfaat. Tapi saya mau koreksi sedikit mengenai penyimpanan obat. Sebaiknya obat disimpan sesuai petunjuk pada kemasan/etiket. Jika tidak terdapat petunjuk, tanyakan pada apoteker di apotek. Karena tidak semua obat dapat disimpan dalam lemari es. Salah penyimpanan justru dapat memperpendek umur obat karena lemari es suhunya rendah dan lembab. Obat yang harus disimpan dalam lemari es, antara lain obat berbentuk suppositoria (bentuk seperti peluru & dimasukkan melalui anus), obat injeksi tertentu, dan obat lain yang dinyatakan dalam etiket. Itupun tidak disimpan dalam freezer. Untuk obat yang lain,penyimpanannya cukup disimpan di tempat yang bersih,kering, pada suhu ruang dan terhindar dari terkena cahaya langsung. Terima kasih, semoga bermanfaat.

Tulis Komentar

Masukkan teks di samping ini (tidak case sensitive) »